Rabu, 27 Desember 2017

Gambaran Pengetahuan Remaja Puteri Terhadap Nyeri Haid (Dismenore) dan Cara Penanggulangannya





Artikel Penelitian
Gambaran Pengetahuan Remaja Puteri Terhadap Nyeri Haid
(Dismenore) dan Cara Penanggulangannya
Abstrak
Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering terjadi pada remaja putri. Untuk mengobatinya penderita cendrung menggunakan tindakan Farmakologi dan non Farmakologi. Telah dilakukan penelitian tentang gambaran pengetahuan dan cara menanggulangi dismenore pada remaja putri mahasiswi STIFARM Padang angkatan 2013 dengan jumlah responden 56 orang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan disajikan dalam bentuk tabel. Parameter yang digunakan adalah pengetahuan tentang menstruasi, dismenore dan tindakan yang dilakukan ketika mengalami dismenore. Dari penelitian didapat hasil yang tinggi dari pengetahuan remaja putri mengenai pengertian, lama dan penyebab menstruasi, pengetahuan yang rendah tentang siklus dan hormon yang berperan dalam menstruasi. Mempunyai pengetahuan yang tinggi terhadap dismenore seperti pengertian dismenore, usia yang sering mengalami dismenore, derajat dan penyebab dismenore. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi dismenore adalah tindakan non farmakologi (17,86%). Secara Farmakologi remaja putri menggunakan obat tradisional daun sirih (67,00%), Sedangkan yang memilih obat jadi adalah OJ-2 (40,00%). Efek samping obat yang dirasakan adalah mengantuk (56,52%). Alasan pemilihan obat adalah karena cepat menghilangkan nyeri (97,83%). Disarankan untuk melakukan penyuluhan tentang cara pengobatan dismenore baik secara Farmakologi maupun nonfarmakologi.
Kata kunci: Dismenore, pengetahuan, pengobatan
PENDAHULUAN
Kesehatan perempuan merupakan topik yang penting dan tak ada habisnya untuk dibahas. Tingkat kesehatan perempuan, mencerminkan tingkat 287 http://jurnal.fk.unand.ac.id Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)

pelayanan kesehatan di suatu negara, bila angka kematian ibu masih tinggi berarti tingkat pelayanan kesehatan pun belum baik, sehingga apa pun yang terkait dengan kesehatan perempuan selalu menjadi siklus pembahasan yang tidak ada habis-habisnya, salah satunya adalah haid pada perempuan.1
Haid atau menstruasi adalah pengeluaran darah dan sel sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim perempuan secara periodik. Defenisi lain bisa juga diartikan sebagai siklus alami yang terjadi secara regular untuk mempersiapkan tubuh perempuan setiap bulannya. Rata-rata masa haid perempuan 3-8 hari dengan siklus rata-rata 28 hari pada setiap bulannya. Dan batas maksimal masa haid adalah 15 hari. Selama darah yang keluar belum melewati batas tersebut, maka darah yang keluar adalah darah haid.2
Biasanya menstruasi diawali pada usia remaja 9-12 tahun. ada sebahagian perempuan yang mengalami haid lebih lambat dari itu (13-15 tahun). Kondisi remaja yang sudah mengalami haid secara emosional tidak stabil. Sebahagian dapat juga menimbulkan gejala-gejala seperti pegal pada bagian paha, sakit pada daerah payudara, lelah, mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, ceroboh dan gangguan tidur, bahkan pada sebahagian perempuan ada yang mengalami rasa sakit saat haid yang disebut dengan dismenore.1
Dismenore adalah kondisi medis yang terjadi sewaktu haid atau menstruasi yang dapat mengganggu aktifitas dan memerlukan pengobatan. Dismenore ditandai dengan nyeri atau rasa sakit di daerah perut atau pinggul, nyeri haid yang bersifat kram dan berpusat pada perut bagian bawah. Nyeri kram yang terasa sebelum atau selama menstruasi bisa juga nyeri pada pantat. Rasa nyeri pada bagian dalam perut, mual, muntah, diare, pusing atau bahkan pingsan.
Untuk menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh dismenore dapat dilakukan dengan menggunakan obat–obat golongan analgetik seperti aspirin, asam mefenamat, parasetamol, kofein, dan feminax, obat-obat merek dagang yang beredar di pasaran antara lain novalgin, ponstan, sering juga digunakan untuk mengurangi keluhan. Ada juga yang menggunakan obat tradisional seperti air daun sirih, daun pepaya, rimpang kunyit dan lain-lain.1
Sebagian besar perempuan yang mengalami dismenore sering menggunakan obat merek dagang yang berfungsi sebagai analgetik seperti asam mefenamat, ibu profen, aspirin, paracetamol, diklofenak, dan lain-lain. Secara umum efek samping obat analgetik tersebut adalah gangguan pada saluran cerna, seperti mual, muntah, dispepsia, diare, dan gejala iritasi lain terhadap mukosa lambung, serta eritema kulit dan nyeri pada kepala.1,3 Untuk itu ingin diketahui gambaran pengetahuan remaja putri terhadap dismenore dan cara menaggulanginya.
Banyak perempuan mengalami ketidaknyamanan fisik selama beberapa hari sebelum periode menstruasi mereka datang,4 kira-kira setengah dari seluruh perempuan menderita akibat dismenore (menstruasi yang menyakitkan). Nyeri itu sendiri dapat digambarkan dengan nyeri ringan, nyeri sedang dan nyeri berat hingga nyeri ini dapat diobati dengan obat obatan dismenore.5.6
METODE
Jenis penelitian ini adalah analitik prospektif, populasi penelitian adalah mahasiwi Stifarm Padang Angkatan 2013 dengan usia dibawah 19 tahun. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2013 dengan jumlah subjek penelitian 56 orang yang diambil dengan metode total sampling dengan criteria inklusi remaja putri, usia 16-19 tahun dan sudah pernah menstruasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana dengan melakukan pengundian terhadap anggota populasi.
Jumlah atau besar sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan rumus sebagai berikut:7
= 56 Orang
Keterangan :
N = Besar populasi
n = Besar sampel
d = Ketetapan relatif (10%) 288 http://jurnal.fk.unand.ac.id Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dengan tingkat kepercayaan yang dikehendaki sebesar 90% dan tingkat ketetapan relatif adalah 10%. Maka jumlah sampel yang diperoleh dengan memakai rumus tersebut adalah sebanyak 56 org.
Menurut Arikunto, dapat diketahui dan diinterprestasikan dengan skala yaitu :
Tinggi (76 – 100 %); Cukup (56 – 75 %) dan Rendah (<56 %).8
Data-data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel berupa persentase.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengisian kuesioner terhadap 56 orang responden diketahui Responden yang tahu dengan arti menstruasi (96,43%), lama menstruasi (100%), siklus menstruasi (6,97%) dan hormon yang mempengaruhi menstruasi (23,21%). Responden yang tahu dengan arti dismenore (66,07%), usia yang sering mengalami dismenore (100%,) kapan terjadinya dismenore (96,43%), bagian tubuh yang terasa sakit ketika dismenore (82,14%), derajat dismenore (71,14%), dismenore kuat (96,43%) dan penyebab terjadinya dismenore secara berurut adalah 94,647%.

1. Wiknjosastro, Hanifa .Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo: Jakarta;2007.
2. Dito, Anrogo. Cara Jitu Mengatasi Nyeri haid, Yogyakarta;2011
3. Feinman Jane. Segala Hal Yang Bersangkutan Tentang Menstruasi, PT Primedia Pustaka, Jakarta;2003.
4. Darmansjah I, Dasar Toksikologi Dalam Farmakologi dan Terapi, Jakarta: Bagian Farmakologi FKUI, Edisi 5;2012.
5. Dawood, my, : Dismenore In : Scianra JJ. Gynaecology and Obstretric, reviset edition, Philadelphia, J.B Lippin cott company. 2006, 108(2):428-41

1 komentar: